jump to navigation

Macam-macam Penyebab Porosity pada Pengelasan 22 April 2013

Posted by just.ery in Pengelasan.
trackback

Lean-Duplex-Porosity-formed-surface-breaking

Cacat Las Porositas adalah salah satu jenis cacat pengelasan yang disebabkan karena terkontaminasinya logam las dalam bentuk gas yang terperangkap sehingga di dalam logam las terdapat rongga- rongga.

Porositas merupakan cacat las yang cukup umum, tetapi juga cukup mudah untuk memperbaikinya. Porositas terjadi dalam bentuk lubang bulat, yang disebut spherical porosity, Jika lubangnya memanjang  disebut wormholes atau piping.

Kemungkinan Penyebab terjadinya Porositas pada las-lasan :

  1. Mengelas dengan kondisi logam pengisi terkontaminasi dengan air, cat, lemak, minyak, dan lem yang dapat menyebabkan terbentuknya dan melepaskan gas bila terjadi pengelasan.
  2. Kampuh Las yang kotor oleh air, minyak, cat dan kotoran-kotoran yang lain yang dapat menyebabkan terbentuknya gas bila terjadi pengelasan.
  3. Selang gas yang terjepit atau rusak sehingga tidak memberikan suplay shielding gas yang cukup.
  4. Aliran gas terlalu tinggi.  Aliran gas yang terbuka lebar yang menghasilkan kecepatan aliran gas yang tinggi menciptakan turbulensi dan dapat menarik udara luar ke zona lasan. Selain itu, itu adalah pemborosan gas dan menambah biaya yang tidak perlu untuk suatu proyek.
  5. Elektroda SMAW, elektroda FCAW, dan las busur terendam (SAW) fluks yang menyerap kelembaban dalam lingkungan yang tidak dilindungi. Untuk mengatasi kelembaban dalam proses pengelasan, standard cukup jelas tentang penggunaan pengering dan oven untuk menyimpan bahan-bahan ini.
  6. Lapisan galvanisasi dapat membuat masalah. Zinc meleleh pada sekitar 420 derajat C dan titik didih sekitar 920 derajat celcius. Pada temperatur pengelasan jauh melebihi 2.000 derajat C terjadi perubahan seng (zink) dari solid menjadi gas dalam sepersekian detik.
  7. Kelembaban udara sekitar juga dapat menyebabkan masalah, seperti terjadinya embun pagi.
  8. Penyalahgunaan senyawa antispatter, semprotan, atau gel bisa menjadi penyumbang utama porositas. Bila digunakan secara berlebihan, bahan antispatter menjadi kontaminan, mendidih menjadi gas bila terkena suhu tinggi las busur.
  9. Hembusan angin/udara yang dapat mengganggu aliran shielding gas selama proses pengelasan.  Aliran udara ini  jika melebihi dari 4 sampai 5 mil per jam, dapat mempengaruhi proses pengelasan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: