jump to navigation

MENGKRITISI KEJANGGALAN KISAH RASULULLAH DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA 28 April 2011

Posted by just.ery in Islam.
trackback

cerita Versi 1

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahawa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,

“Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”. Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”.

Apakah Itu?”, tanya Abubakar RA.

“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi kehujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana”, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil mengherdik, “Siapakah kamu ?”.

Abubakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa.”

“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, bantah sipengemis buta itu.

“Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dia tidak pernah memarahiku sedikitpun, dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, dia begitu mulia….

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA.

Saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

cerita Versi 2

 Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah ada seorang pengemis Yahudi Buta, dari hari ke hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”.

Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi Buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, “anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?”, Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah, hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abubakar r.a. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi Buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”. Abubakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.

Setelah mendengar cerita Abubakar r.a. pengemis itu terkejut lalu menangis sambil berkata, “benarkah demikian? selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia malah mendatangiku dengan membawakan makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. ” isaknya. Pengemis Yahudi Buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Kejanggalan pertama

Saya mendapati dua buah versi kisah “rasulullah dan pengemis buta”dari penelusuran saya.

Ada perbedaan dari kedua versi tersebut mengenai cara Rasul memberikan makanan kepada pengemis buta tsb

pada versi pertama..

“Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

dan versi kedua

“Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.”

Di versi pertama tidak diceritakan secara detil oleh si pengemis tersebut mengenai bagaimana cara makanan tersebut di halus kan oleh rasulullah dan dengan cara apa rasulullah menyuapi si pengemis tersebut..

Justru di versi kedua diceritakan secara detil bagaimana rasulullah menghaluskan makanan tersebut dengan cara dihaluskan dengan mulut Rasulullah sendiri dan memberikan/menyuapi si pengemis itu dengan mulut beliau sendiri. Disinilah letak kejanggalannya..

Apakah benar rasulullah melakukan hal yang terbilang jorok seperti..?

menyuapi si pengemis dengan menggunakan mulut beliau, rasanya sangat janggal dan mustahil.

Apakah sudah tidak ada cara lain menyuapi si pengemis itu..?

jika cerita itu disebarkan dan diketahui para kafir penghujat tentu akan menjadi olok2 para kafir “bahwa rasul punya kelainan S*X” jika pengemis itu laki2 tentu rasulullah akan dituduh H**O S*X jika pengemis itu perempuan tentu rasul akan dituduh punya kelainan S*X yg lain..

Kejanggalan kedua

Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”. Abubakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa“. “Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu.

Apakah mungkin Abu Bakar AS SIDDIQ berbohong dengan tenangnya dengan berkata “aku orang yang biasa”? memang awalnya dipengemis belum mengetahu identitas rasulullah yg biasa menyuapi nya.. tetapi dengan berbohong seperti itu secara tidak langsung berarti  Abu Bakar telah berbohong  atas nama Rasulullah.

Dari Abdullah bin az-Zubair radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain, hal. 8 )

Mungkinkah Abu Bakar berani melakukan tindakan yang tidak disukai Rasulullah SAW..?

Mungkinkah Abu Bakar yg merupakan seorang KIBARU SAHABAH dan digelar AS-SIDDIQ (yang benar) itu berdusta…? Tentu tidak bukan…?

Kejanggalan ketiga

“Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, “anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?”, Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah, hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abubakar r.a. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi Buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.”

Yang menjadi pertanyaan..  Aisyah meriwayatkan aktivitas baginda Rosul saw setiap pagi hari,

Apakah mungkin tidak diketahui oleh sahabat-sahabat yang lain termasuk abu bakar …..?

Apalagi Rasulullah adalah seorang pemimpin,. Rasanya tidak mungkin aktivitas rutin beliau tiap pagi hari tidak diketahui para sahabat yg lainnya.. seorang artis atau presiden saja tidak luput dari pandangan masyarakat.. apalagi predikat Muhammad sebagai Nabi dan Rasul dan seorang khalifah.. tentu tidak akan luput dari pandangan masyarakat..

Kejanggalan keempat

Menurut MULTAQA AHLI HADIS, hadis ini tidak dijumpai di dalam kitab-kitab Matan Hadis dan takhrij.

Jadi  kisah tersebut  tidak ada di kitab-kitab hadits. Apa maksudnya…?

Berarti cerita itu adalah rekaan atau sebuah kebohongan belaka.

Masih banyak cerita lain yang berdasarkan sumber-sumber yang shahih. Kenapa bukan itu yang digali dan diambil pelajarannya?

Kenapa malah mengambil cerita yang entah darimana datangnya?

Jadi kesimpulannya..

jika kita lihat dari segi matan (isi cerita) jelas akan kita dapati banyak kejanggalan kejanggalan yang tidak masuk akal dan saling bertentangan dengan hadist lain. Dan ternyata juga sejauh ini Multaqa Ahli Hadis tidak menemukan  kisah cerita itu di dalam kitab-kitab hadis manapun.

Ingatlah menyebarkan hadis yang tidak ada sumbernya sama dengan berbohong atas nama Rasulullah s.a.w. dan ini adalah berdosa. Masih banyak cerita lain yang berdasarkan sumber-sumber yang shahih. Kenapa bukan itu yang digali dan diambil pelajarannya? Kenapa malah mengambil cerita yang entah darimana datangnya…?

Wallahu a’lam

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: